Chemical Engineering Tool “Rate Procesess” dalam Realita Hidup

oleh: Rahmad Ikhwan

Dalam kamus kehidupan saya, sifat guru yang semestinya ditabukan adalah kegeraman terhadap muridnya. guru boleh marah, tapi ia tidak boleh menepikan muridnya dengan alasan apapun.

Sungguhlah mengecewakan, ketika guru fisika sma saya mengaku berpikir untuk meninggalkan siswa yang tak mampu mengikuti ritme pembelajaran yang ia lakukan. analogi petani yang semestinya mulai berpikir untuk hanya memupuk tanaman potensial panen. biarkan si kurus kering berhama mati tanpa memberi sumbangsih berarti. toh semua orang lebih berbahagia dengan jagung bertongkol besar, paling-paling hanya pemerhati keberagaman hayati saja yang risau dengan tertepikannya plasma nutfah jagung bertongkol kecil.

Kerangka berpikir logis saya pada akhirnya hanya terpaku pada kenyataan, saya tidak punya sanggahan yang cukup memadai untuk mendebat. faktanya terlalu banyak energi yang dihabiskan untuk menyeimbangkan ketertinggalan yang ada. sementara sebagian siswa potensial justru kehilangan haknya. satu-satunya alasan yang bisa terus dihidupkan adalah nilai moral. itupun kita harus membuat definisi diskriminatif terhadap nilai moral, bahwa kita boleh mengorbankan si brilian demi si tertinggal.

Sampailah saya di dunia teknik kimia, “peralatan teknik kimia” ternyata memberi saya sebuah argumen. argumen yang referal, ketimbang hanya mengedepankan nilai moral yang diskriminatif.

Chemical engineering tools adalah fakta brilian profesor-profesor dan penggiat dunia perteknik-kimiaan. sadar bahwa teknik kimia terlalu rumit untuk dijelaskan dalam road map yang tidak tetap. mereka merumuskan kenyataan mudah yang tetap saja sulit untuk sebagian keluarga mereka, tools tersebut adalah :
1. mass balances
2. energi balances
3. equilibrium
4. rates procesess
5. economics
6. humanity

Terkait sanggahan yang ingin saya buat, soal ketidaksetujuan saya kepada guru fisika sma saya, tools keempat mungkin bersesuaian. percayalah ini parodi yang tak perlu dianggap serius. saya jelas tidak akan membahas ilmu keteknik-kimiaan. poin keempat konon merupakan yang tersulit, poin pertama itu yang termudah. yang termudah saja sdh menyulitkan saya, jd jika yang tersulit saya paparkan dan justru menghadirkan ketidakjelasan, saya hanya bisa berucap maaf.

Dalam rates procesess dikenal istilah rate determining step.
” the rate of reaction depends on the rate of the slowest step “
jadi bukan si cepat yang akan menentukan kecepatan reaksi keseluruhan, si lambatlah yang menentukan.

Karena saya tak bisa banyak bercerita soal teknik kimia (red : teman-teman lain mungkin ingin bercerita, undangannya sdh ada di wall saya). analogi pembuatan batako saya harap cukup membantu. semisal dalam pembuatan batako ada 4 orang dengan pekerjaan-pekerjaan khusus. orang pertama yang hobi tidur dan lambat bekerja berugas mengayak pasir. orang Kedua yang bekerja sewajarnya dan sepantasnya bertugas mengaduk campuran semen, batu, dan pasir. orang ketiga, pekerja yang patuh dan berusaha bekerja dengan baik bertugas mengantarkan adonan batako ke pembuat. dan pekerja keempat adalah pengeksekusi pembuatan yang sangat rajin bekerja, ia teramat cepat. daya kerjanya sdh seperti mesin saja.

Apa perlu meningkatkan kemampuan si pembuat batako, toh hasil akhir yang kita lihat adalah batako. dan klo si pengayak pasir tertidur, kita tidak perlu membangunkannya.

sumber:http://umum.kompasiana.com/2010/05/12/chemical-engineering-tool-rates-procesess/

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: