Indonesia, Bukan Negara Penghasil Minyak

Oleh: Henny Ratnasari

Sebagian besar wilayah indonesia bagian barat, tepatnya pulau Sumatra, Jawa, dan Kalimantan merupakan daerah-daerah  pemasok minyak bumi dengan kualitas terbaik di dunia. Tapi masih saja Indonesia mengimpor minyak mentah dari timur tengah. Apa masih kurang?

Ironisnya berbeda dengan negara Arab yang juga penghasil minyak bumi terbesar didunia. Ketika harga minyak dunia melambung naik, warga negara arab semakin makmur. Sedangkan naiknya harga minyak dunia adalah ancaman bagi negara kita. Deretan antrean kelangkaan BBM dimana-mana, demo, protes keras dan banyak lagi gonjang-ganjing yang terjadi.

Negara Pengimpor

Indonesia sebenarnya bukanlah negara penghasil minyak. Tetapi pengimpor minyak. bahkan diperkirakan Indonesia akan menjadi negara net importir minyak terbesar di dunia. Hal ini seiring dengan menurunnya jumlah produksi minyak mentah di negara kita. Bahkan Indonesia saat ini sudah resmi keluar dari keanggotaan OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) dan menjadi anggota OPIC (Organization of the Petroleum Importing Countries).

Saat ini saja penghasilan minyak mentah dari negara kita adalah sekitar 900.000 barel perhari, sedangkan kebutuhan konsumsi minyak di negara kita adalah mencapai 2 juta barel per harinya. Inilah yang menjadi alasan negara mengimpor minyak dalam jumlah yang besar per harinya. Jadi, sebagian besar minyak yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri adalah minyak impor.

Kualitas OKE

Sebenarnya jika ditinjau dari segi kualitasnya, minyak mentah di negara kita jauh lebih baik dari minyak impor yang berasal dari negara arab. Bahkan hasil residunya sangat sedikit menghasilkan aspal. Tetapi minyak dengan kualitas bagus ini bukan dinikmati untuk negeri sendiri. Minyak tersebut dijual, kemudian negara akan membeli minyak mentah dengan kualitas biasa dan dapat lebih banyak sehingga kebutuhan minyak di dalam negeri terpenuhi.

Selain untuk memenuhi kebutuhan minyak perharinya, kualitas minyak mentah yang diimpor juga menghasilkan residu berupa aspal yang lebih banyak dibandingkan minyak yang  kita ekspor. Katanya sih aspal ini yang dipakai membangun jalan-jalan di daerah pelosok.

Pantas saja jika harga minyak dunia naik, pemerintah seperti kebakaran jenggot. Namun kejanggalan negara ini adalah, sudah tahu kita mengimpor minyak dari luar negeri masih saja mensubsidi BBM. Padahal biaya subsidi BBM yang harus dikeluarkan sampai triliunan rupiah setiap tahun.

Kandungan minyak negara kita hanya 0,3% di dunia, dan gas hanya 1,7% di dunia, jadi bijak-bijaklah menggunakan minyak dan bahan bakar. Terutama yang bersubsidi.

sumber: http://metro.kompasiana.com/2011/08/07/indonesia-bukan-negara-penghasil-minyak/

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: